Sunday, July 7, 2013

Field Research

PENINGGALAN ISLAM
DAN
KEPURBAKALAAN PENINGGALAN BUDHA

I.         PENDAHULUAN
Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya memiliki banyak peninggalan sejarah. Diantaranya ialah peninggalan budaya Budha dan Islam di pulau Jawa. Bukti peninggalan budaya tersebut dapat berupa Candi Budha, patung-patung, Masjid dan lainnya. Akan tetapi di zaman post modern ini tidak sedikit masyarakat Jawa yang tidak tahu peninggalan sejarah kebudayaannya. Terutama para kaum muda yang kurang mencintai situs-situs peninggalan sejarah.
Padahal sebagai orang Jawa juga kita wajib untuk mengetahui sejarah peninggalan tersebut. Bagaimana filosofi suatu situs peninggalan sejarah dan perkembangannya. Kita juga harus bisa menjaga situs peninggalan sejarah agar tetap terjaga kelestariannya. Bahkan juga harus bisa memperkenalkan situs peninggalan sejarah ke ranah Internasional.

II.      RUMUSAN MASALAH
A.  Apa saja Situs Peninggalan Islam Jawa yang ada di Museum Ronggowarsito?
B.  Apa saja Situs Peninggalan Budha yang ada di Museum Ronggowarsito?

III.   HASIL PENGAMATAN di MUSEUM RONGGOWARSITO
A.       Situs Peninggalan Islam Jawa yang ada di Museum Ronggowarsito
1.    Menara Masjid Kudus













Menara ini berada satu komplek dengan Masjid Kudus yang terletak di depan sisi kanan Masjid. Arsitekturnya mengacu pada bangunan Pura (seperti di Bali). Tinggi menara Masjid 18 Meter. Menara didirikan bersamaan dengan Masjid Kudus pada abad ke XVI M. Masjid Kudus terletak di Desa Kauman, Kabupaten Kudus.
2.    Mimbar Masjid Ki Ageng Selo
Adanya mimbar ini adalah sebagai wujud dari rasa penghormatan terhadap leluhurnya. Kraton Surakarta telah membangun masjid dan memberi mimbar Khotbah di kompleks pemakaman Ki Ageng Selo. Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah prasasti bertuliskan Arab pegon sekitar abad ke 17. Lambang kebesaran Kraton Surakarta terukir pada di bagian atas mimbar. Mimbar ini dipakai oleh Khotib ketika membacakan Khotbah. Mimbar Masjid Ki Ageng Selo berasal dari Grobogan.

B.       Situs Peninggalan Budha yang ada di Museum Ronggowarsito
1.    Kerajaan Mataram dan Candi Borobudur
Asumsi terdahulu menyebutkan bahwa longsornya Merapi dan letusannya yang menyebabkan perpindahan Kerajaan Hindu Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Lobberton (1992) dan Bemmelen (1949) juga berasumsi bahwa letusan tahun 1006 telah mengakibatkan perpindahan Kerajaan Mataram Hindu ke Jawa Timur. Lebih lanjut Bemmelen (1949) menghubungkan letusan tersebut dengan runtuhnya bagian puncak Merapi ke arah barat. Dijelaskan bahwa letusan besar tahun 1006 terjadi akibat pergerakan tektonik sepanjang jalur transversal yang menjadi dasar deretan Gunung Api Ungaran – Merapi.
Diperkirakan gempa menyertai pergerakan tersebut dan merusak sebagian Candi Borobudur dan Mendut yang dibangun pada abad ke-9, aktivitas tektonik ini diikuti dengan terjadinya longsoran Merapi dan letusan besar yang produk letusannya diperkirakan menutup candi-candi tersebut, merusak Kerajaan Mataram Hindu Kuno di Jawa Tengah, dan membendung aliran Kali Progo. Longsoran tersebut membentuk Perbukitan Gandol yang terletak di bagian barat Merapi. 
2.    Image1439.jpgReplika Candi Borobudur













Image1455.jpg
 



















3.    Kemuncak Candi
Puncak mastaka atau kemuncak candi merupakan bagian atap candi yang paling atas. Bentuk kemencak berbagai macam, seperti bunga/ratna, stupa maupun modifikasi vajra/kilat/halilintar.
4.    Arca Budha
a.       Dhyani Budha Vajrasatwa
Digambarkan duduk di atas alas berbentuk padma di atas bangku tanpa sandaran dengan ke empat sudutnya ditopang arca singa. Istimewa: ada pada bagian belakang tempat duduk arca yang terdapat prasasti dengan huruf dan bahasa sansekerta.
b.      Dhyani Budha Vairosyana
Digambarkan dengan Budha duduk bersila dengan sikap tangan mengajar (tiga jari) atau sikap vitar kamudra.
c.       Dhyani Budha Amogashidi
Digambarkan dengan Budha duduk bersila dengan sikap tangan menentramkan (empat jari) atau sikap abhayamudra.
d.      Dhyani Budha Amitabha
Digambarkan dengan Budha bersila dengan tangan bersemedi atau dhyanamudra.
e.       Dhyani Budha Ratnasambhawa
Digambarkan dengan Budha bersila dengan tangan memberi anugerah atau varamudra.
f.       Dhyani Budha Aksobhya
Digambarkan dengan Budha dengan sikap tangan menyinggung tanah atau bhumi sparsyamudra








Image1458.jpg
 









                                                                           








Image1466.jpg
 






                                                                        










Image1468.jpg,Image1472.jpg
 
















Image1473.jpg              Dhyani Budha Amogasidhi                                    Dhyani Budha Amitabha
















                                                  Dhyani Budha Ratnasambhawa

IV.   ANALISIS BUDAYA JAWA
Budaya Jawa merupakan budaya yang sangat unik dan menarik untuk dikaji. Mengapa demikian ? Karena budaya Jawa lahir dan terbentuk dari berbagai ranah. Dari sudut agama, budaya jawa lahir dari berbagai agama yang ada di Indonesia hingga saat ini, antara lain, Islam, budha dan hindu. Telah kita ketahui bersama bahwa agama-agama tersebut tidak berasal dari Jawa. Melainkan dari negara-negara seperti India dan Arab. Sehingga budaya-budaya yang ada dalam negara-negara tersebut secara otomatis mengalir dalam budaya Jawa seiring berjalannya waktu.  Pengaruh budaya tersebut dapat dilihat dengan berbagai aspek. Seperti bangunan arsitektur ( miniatur masjid, prasasti, candi, makam ) ataupun bahasa yang sedikit tidaknya terpengaruh karena perpaduan itu. Tentunya, perpaduan budaya ini akan lebih terspesifikasi dalam budaya Jawa.
Budaya jawa yang sangat beragam ini merupakan aset bangsa yang sangat penting. Karena pada hakikatnya budaya jawa memiliki ciri khas tersendiri dari budaya lain yang ada di Indonesia.


V.      KESIMPULAN

Berbagai miniatur situs peninggalan sejarah Budha dan Islam di jawa tentunya untuk membuat masyarakat, Jawa khususnya mengetahui tentang sejarah budayanya. Tujuan lain yaitu agar mereka mencintai budaya jawa dan bisa bersikap saling toleran.

No comments:

Post a Comment